Sunday, September 9, 2012

10 Principles Of Economics (N. Gregory Mankiw)


PRINSIP 1 : PEOPLE FACE TRADE-OFF

Prinsip yang pertama ini, menjelaskan bahwa masing-masing kita dihadapkan dengan yang namanya Trade-OffTrade Off adalah situasi dimana seseorang harus membuat keputusan terhadap dua hal atau mungkin lebih, mengorbankan salah satu aspek dengan alasan tertentu untuk memperoleh aspek lain dengan kualitas yang berbeda. Untuk mendapatkan sesuatu, umumnya kita mengorbankan sesuatu yang lain. Hal ini mengidentifikasikan bahwa setiap orang akan selalu dihadapkan dengan banyak pilihan dalam hidupnya.Setiap individu harus menentukan pilihan yang tepat diantara banyak pilihan yang ada. Konsekuensi nyata yang akan di hadapi dari pilihan yang kita ambil adalah akan ada hal lain yang akan kita korbankan. There is no such thing as a free lunch adalah salah satu prinsipnya, yaitu tidak ada yang gratis didunia ini.

Trade off yang terbesar dalam ekonomi secara global adalah pilihan antara Efficiencydan Equality
Efficiency vs Equality

Efficiency:  when society gets the most from its scarce resources
Efisiensi adalah kondisi ideal ketika sebuah masyarakat dapat memperoleh hasil atau manfaat yang maksimal dari penggunaan sumber daya yang dimilikinya.
Equality:  when prosperity is distributed uniformly among society’s members
Equality adalah kondisi ideal ketika kesejahteraan ekonomi terbagi atau terdistribusikan secara adil di antara segenap anggota masyarakat.
Tradeoff antara efisiensi dan pemerataan merupakan salah satu usaha pemerintah untuk pemerataan dengan pengenaan pajak lebih besar bagi masyarakat yang memiliki penghasilan lebih besar, untuk dibagikan kepada mereka yang kurang beruntung. Pada saat bersamaan, hal ini membebankan pula biaya efisiensi. Insentif terhadap orang-orang yang bekerja menjadi turun, sehingga orang-orang menurunkan produktivitasnya. Akibatnya, hasil perekonomian secara keseluruhan menurun. Hal ini menunjukkan bahwa usaha pemerintah untuk melakukan pemerataan, pada saat bersamaan akan mengecilkan ukuran kue ekonomi tersebut.

PRINSIP 2: THE COST SOMETHING IS WHAT YOU GIVE UP TO GET IT

Prinsip yang kedua berbicara bahwa biaya dari suatu barang adalah apa yang kita korbankan untuk mendapatkan barang itu sendiri. Biaya ini mengikuti pilihan yang diambil dan sering disebut sebagai
The opportunity cost of any item is whatever must be given up to obtain it.
“Biaya Opportunity/biaya peluang apa saja yang harus dikorbankan atau dikeluarkan untuk memperoleh sesuatu atau biaya peluang sesuatu yang dipertimbangkan adalah apa yang dikorbankan untuk menghasilkan sesuatu itu.”

PRINSIP 3: RATIONAL PEOPLE THINK AT THE MARGIN

Setiap orang secara rasional akan berpikir pada perbedaan-perbedaan atau perbandingan-perbandingan antara satu dengan yang lain. Orang rasional berpikir secara bertahap.
Rational people systematically and purposefully do the best they can to achieve their objectives.
Orang yang rasional dengan sistematis dan dengan sengaja melakukan yang terbaik yang mereka bisa untuk mencapai tujuan mereka.
Dalam pelaksanaan keputusan sering dilakukan penyesuaian – penyesuaian atau perubahan – perubahan marginal. Keputusan managerial yang dilakukan oleh perusahaan juga menggunakan prinsip ini di mana evaluasi selama masa pelaksanaan rencana – rencana ekonomi selalu dilakukan seiring pencapaian tujuan yang diinginkan.
Margin : berpikir pada perbedaan-perbedaan atau perbandingan-perbandingan

PRINSIP 4: PEOPLE RESPONSE TO INCENTIVES

Orang-orang selalu merespon terhadap incentive (ransangan).
Bila kita berniat untuk membeli barang, biasanya kita akan memperhatikan yang namanya diskon. Makin besar diskon yang diberikan, makin besar pula ketertarikan kita terhadap barang tersebut. Itulah yang dimaksudkan dengan incentive. Ada bermacam-macam incentive di dalam perekonomian. Apapun yang membuat kita tertarik terhadap sesuatu, melalui cara apapun itu, itulah yang disebut incentive. Setiap orang bereaksi terhadap Insentif. Insentif mendorong seseorang untuk bekerja secara lebih giat.
Incentive : something that induces a person to act, i.e. the prospect of a reward or punishment.
Insentif : sesuatu yang menyebabkan seseorang untuk bertindak, yaitu karena hadiah atau hukuman.

PRINSIP 5: TRADE CAN MAKES EVERYONE BETTER-OF

Rather than being self-sufficient, people can specialize in producing one good or service and exchange it for other goods.

Dengan adanya perdagangan, maka kehidupan dari orang-orang yang terlibat di dalamnya juga akan membaik. Yang dulunya hanya bisa memperoleh barang yang di produksi sendiri, kini sudah bisa memperoleh barang/kebutuhan yang lainnya melalui perdagangan (dari orang lain). Selain itu juga, perdagangan meningkatkan perekonomian serta memenuhi hasrat yang tak bisa diwujudkan oleh diri-sendiri.

PRINSIP 6: MARKET ARE USULLY A GOOD WAY TO ORGANIZE ECONOMIC ACTIVITY

Market :  a group of buyers and sellers (need not be in a single location).
Pasar : terdapat sekelompok pembeli dan penjual (tidak perlu berada di satu lokasi).
Dengan adanya pasar, setiap kegiatan ekonomi bisa terkontrol dengan baik.
“Organize economic activity” means determining :
·        what goods to produce
·        how to produce them 
·        how much of each to produce
·        who gets them

PRINSIP 7: GOVERNMENT CAN SOMETIMES IMPROVE MARKET OUTCOMES

 Pemerintah Ada kalanya dapat memperbaiki mekanisme Pasar. Harga dari sebuah komoditi adalah cerminan dari tingkat permintaan dan penawaran yang berlaku. Islam menegaskan bahwa pasar harus berdiri di atas prinsip persaingan bebas (perfect competition). Selama pasar masih berjalan sebagaimana mestinya, maka tidak ada ruang bagi pemerintah untuk melakukan intervensi terhadap pasar. 
Market failure:  when the market fails to allocate society’s resources efficiently.
Kegagalan pasar adalah ketika pasar gagal mengalokasikan sumber daya kepada masyarakat secara efisien.

PRINSIP 8: A COUNTRY’S STANDAR OF LIVING DEPENDS ON IT’S ABILITY TO PRODUCE GOODS AND SERVICES

Standar Hidup Suatu Negara Tergantung pada kemampuannya memproduksi Barang dan Jasa. Hal ini berkaitan erat dengan produktivitas. Semakin banyak barang dan jasa yang dihasilkan akan menyebabkan semakin tinggi perputaran mata uang yang terjadi sehingga harga akan meningkat. Pada posisi harga yang meningkat maka biaya hidup akan bertambah.

PRINSIP 9: PRICES RISE WHEN THE GOVERNMENT PRINTS TO MUCH MONEY

 Kenaikan harga barang secara menyeluruh/dalam skala yang besar atau yang kita kenal dengan Inflasi disebabkan oleh banyak faktor. Dan salah satunya adalah karena kebijakan pemerintah untuk mencetak uang terlalu banyak. Semakin cepat pemerintah menciptakan uang, semakin besar tingkat inflasi.

PRINSIP 10: SOCIETY FACES SHORT-RUN TRADE OFF BETWEEN INFLATION ANDUNEMPLOYMENT

Masyarakat menghadapi trade off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran. Kebijakan dalam menghadapi inflasi dan pengangguran merupakan pilihan yang sulit.Jika pemerintah ingin menurunkan tingkat inflasi dengan menggunakan kebijakan uang ketat (tight money policy), justru akan menimbulkan dampak meningkatnya angka pengangguran. Demikian sebaliknya, jika ingin menekan tingkat pengangguran, akan mendorong terjadinya inflasi yang tinggi dan seterusnya. Fenomena hubungan negatif antara inflasi dan pengangguran tersebut dilukiskan oleh seorang Profesor dari Canberra yang bernama A.J. Phillips, beliau mengatakan: Semakin rendah tingkat pengangguran, maka tingkat inflasi akan semakin tinggi. Sebaliknya semakin tinggi tingkat pengangguran, maka tingkat inflasi akan semakin rendah atau bahkan bisa terjadi inflasi yang negatif (deflasi). Yang kemudian dikenal dengan kurva Phillips.

sumber : http://maxidayasyariah.wordpress.com dengan perubahan 

No comments:

Post a Comment